Tuesday, December 04, 2007

Pencapaian yang Indah

Beberapa hari yang lalu ada kiriman dari Department of Social Anthropology, University of Bergen (Norway)--tempat saya bersekolah. Isinya adalah ijazah Master of Philosophy (MPhil) atas nama saya, dan scarf juga pin kampus khas tanda kelulusan. Wah, hati saya berbunga-bunga dan saya langsung mengingat betapa indahnya hasil dari kerja keras saya selama ini. Masuk dalam program studi Anthropology of Development di Agustus 2004, seharusnya saya lulus di tahun 2006 karena program ini memang dijadwalkan berjalan dua tahun. Tapi karena sifat malas saya, lalu sempat mengalami fase buntu dalam menyelesaikan tesis, mengakibatkan kelulusan saya pun tertunda. Sayang memang, padahal saya sudah menghadapi seluruh mata kuliah dan ujian yang berat, dan tentu saja sudah selesai melakukan field work selama 5 bulan di Ambon. Saya malah pulang di bulan Agustus 2006 dengan membawa tanggungjawab yang belum selesai.

Kembali ke Jakarta membuat saya semakin malas menyentuh draft tesis dan lebih sibuk mencari kerja. Jelas saja hampir semua lembaga yang memanggil saya wawancara terhenti menerima saya yang status sekolahnya belum jelas. Syukurlah akhirnya ada lembaga penelitian lokal yang bersedia menerima saya meskipun berstatus mahasiswa S2 yang belum kunjung lulus. Mereka yakin saya pasti akan menyelesaikan tesis saya.

Di bulan Januari 2007 ada pengumuman dari kampus bahwa tenggat waktu untuk penyelesaian tesis adalah di bulan Mei 2007, barulah saya benar-benar tersadar bahwa selama ini sudah begitu banyak waktu yang saya sia-siakan. Kebiasaan buruk saya sebagai dateliners (haha) terlalu melekat selama ini. Mulai awal tahun itulah saya benar-benar baru mulai melanjutkan penulisan tesis. Sulit, karena saya melakukannya sambil bekerja. Tapi Prof. Olaf Smedal, pembimbing saya, tak putus-putusnya memberi saya semangat dengan kalimat khasnya, "Just do it, Stella. You can make it!" Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil leave without pay dari kantor selama 2 bulan (pertengahan Maret-pertengahan Mei).

Sepanjang dua bulan itulah saya mengerahkan seluruh perhatian dan tenaga hanya pada penyelesaian tesis. Papa dan mama yang paling khawatir, tapi tetap selalu mengiringi dengan doa tentu saja. Wahyu (pacar yang saat ini adalah suami saya) setiap hari ikut membantu meng-edit tulisan saya bahkan ikut membantu menulis Bab 3 dan bagian Kesimpulan dalam tesis (Thanks so much beb!). Keluarga dan teman-teman juga banyak sekali yang membantu dalam kapasitas mereka masing-masing. Dan tesis saya berjudul "Mending the Shards: Women's Experiences During and After the Ambon Conflict" pun selesai di bulan Mei 2007.

Lalu di bulan Juni, Prof. Olaf mengabarkan bahwa tesis saya lulus dan ia mengatakan bahwa para penguji (Prof. Ingrid Rudie, Prof. Leif Manger dan Prof. Olaf sendiri) memberi komentar: "Your thesis was evaluated as a genuine contribution to an understanding of a highly complex conflict situation. The sections dealing with the historical and cultural backdrop were seen as very good, and your documentation of the various contributions to reconciliation by women of all faiths and from a wide variety of social, economic, political and economic backgrounds was judged as impressive." Walaupun memang masih banyak sekali ketidaksempurnaan, tapi saya sangat bersyukur dan bisa bernafas lega. Ternyata jika kita mau melakukannya dan berusaha keras (just do it) pasti hasilnyapun akan indah.

Pencapaian indah lainnya yang saya alami di tahun 2007 adalah pernikahan saya dengan Wahyu di bulan Juli. Tujuh tahun kami berpacaran. Dalam tujuh tahun itu banyak terjadi pasang-surut. Banyak keindahan, tapi juga berbalut banyak permasalahan. Tidak hanya dipersoalkan terkait perbedaan agama, tapi juga ada beragam keruwetan lainnya. Dan akhirnya atas dukungan papa, keluarga pihak Wahyu dan teman-teman, kita bisa menjalani pernikahan di bulan Juli 2007. Ternyata usaha keras kami berbuah indah di saat itu. Terbayang perjalanan kami yang panjang dan penuh perjuangan menuju hari pernikahan. Banyak pihak turut bersyukur, bahkan mama dan keluarga besar saya datang dan bersukacita dalam ritual acara pernikahan kami.

Kedua pencapaian indah ini bagi saya adalah hasil kerja keras, ketekunan dan doa. Memang saya tidak bisa berhenti dengan rasa puas karena ada begitu banyak tanggungjawab melekat pada kedua pencapaian ini. Ini baru tahap awal bagi saya menjadi seorang antropolog, juga tahap awal bagi saya dan suami dalam memulai kehidupan rumah tangga kami. Pasti akan banyak tantangan di depan, ada banyak hal-hal lain yang harus dicapai. Dan masih diperlukan proses kerja keras yang lebih panjang. Saya akan terus mengulangi ucapan Pak Olaf, "just do it, you can make it!" Pasti!

7 comments:

Anonymous said...

so sweeeet...baru buka blog ternyata ada updatean ini...terharu banget bacanya. congrats buat semuanya ya mbaaakk...wuiiih tulisannya bikin aku semangat lagi ama penelitian dan tesis...thank you..

Stella Aleida Hutagalung said...

Many thanks U ya Nurul...memang harus tetap semangat. Jangan nunda-nunda kaya' aku ya:-) Pokoknya, U can make it!

Anonymous said...

Hi beb
dua pencapaian yang membanggakan: M.Phil dan Mrs :)

happy i'm part of the journey!

Stella Aleida Hutagalung said...

Hi beb sayang! Hehe,yap, justru because you are part of it semua jadi lebih indah..:-) Love U!

Benedicta said...

gratulerer saa mye kjaere Stella :)

mengenang masa2 mahasiswa di Norway memang indah padahal jaman dulunya pas kita mahasiswa wadoooh protes sana sini..bosen ini itu hehehe...itulah hidup! :)

* gita * said...

Tel, you are my true inspiration! Bener kata Nurul, terharu dengan tulisanmu. Memang harus berada di titik terendah dulu baru bisa move on dan bangkit! Hahaha. Gue inget elu pernah bilang gue memang lambat, tapi juga selalu bikin gebrakan. The same thing goes to you, Darling! Wish me luck ya Tel...

Stella Aleida Hutagalung said...

Tami--thanks ya. Iya, pas kuliah kok rasanya berat ya. Ternyata sekarang mengenang semuanya jadi pengen kembali lagi kuliah:) Kamu juga hebat Tami, bisa kerja di Norway, salut deh. Aku juga pengen suatu waktu bisa bekerja di Eropa,hehe. Klems.

Gita!! Wah, makasih ya udah menjadikan aku your insipration. Usahain jangan jadi dateliners kaya' aku ya Git..hehe. Pokoknya ingat kata Pak Olaf dan iklan Nike deh: Just do it!:) Don't worry about things, aku selalu bantu doa. Big good luck ya my dear..for sure you can succeed. Mmuahh.